Hiring Leader dengan gaji 2-3 digit, tapi output nggak naik

—-

Punya banyak manager, tapi sedikit yang bisa problem solver.

——

Tim sibuk meeting, tapi keputusan tetap kembali ke owner.

—-

Target naik, tapi semangat tim justru turun

——-

Karyawan terbaik belum memenuhi ekspektasi

—–

Promosi dilakukan terlalu cepat, tapi hasil tak sesuai harapan.

Terjebak sandwich generation, ngurus target atasan dan nge-lead karyawan

Berani ambil keputusan tanpa harus selalu menunggu instruksi.

Bersemangat Ngejar Goal , Ngerjain dengan Sepenuh hati dan berusaha mencapai goal dengan maksimal meski going extra mile

Loyal & solid meski tantangan bisnis makin berat

Bersemangat Ngejar Goal , Ngerjain dengan Sepenuh hati dan berusaha mencapai goal dengan maksimal meski going extra mile

Mampu memecahkan masalah, bukan sekadar menambah masalah.

Bersemangat Ngejar Goal , Ngerjain dengan Sepenuh hati dan berusaha mencapai goal dengan maksimal meski going extra mile

Yakin dengan target yang diberikan, bukan ketakutan menghadapinya.

Bersemangat Ngejar Goal , Ngerjain dengan Sepenuh hati dan berusaha mencapai goal dengan maksimal meski going extra mile

Bekerja dengan mental baja, bukan mental alasan.

Bersemangat Ngejar Goal , Ngerjain dengan Sepenuh hati dan berusaha mencapai goal dengan maksimal meski going extra mile

Program 3 Hari Intensif yang dirancang untuk mengubah cara Anda mengelola, memimpin, dan membangun tim bukan dengan teori, apalagi hanya motivasi.
Ini adalah proven method 25 tahun lebih mengelola People brand-brand besar.

Saat ribuan startup melakukan PHK massal di masa tech winter, ada satu perusahaan yang tidak memotong satu orang pun.
Bahkan, mereka justru mempertahankan engagement karyawan di angka 82%, sebagian besar merasa dihargai dan diakui.

Hasilnya? Turnover turun 11%, tim tetap solid, dan perusahaan bertahan bahkan tumbuh saat banyak kompetitor tumbang.

Seorang pengusaha memimpin tim lintas industri, dari yang awalnya puluhan orang sampai lebih dari seribu.
Tantangannya bukan sekadar memperbesar jumlah, tapi menjaga setiap orang tetap bergerak ke arah yang sama.

Dengan skill-nya membaca situasi cepat, menyederhanakan masalah kompleks, dan menegosiasikan target menjadi kesepakatan bersama.

100% of customers are people 100% of employees are people. If you don’t understand people you don’t understand business.”

-Simon Sinek

Karyawan rata-rata menghabiskan 2,8 jam per minggu untuk menangani perselisihan, sementara manajer kehilangan 20–40% waktu mereka untuk meredam konflik, bukan mengembangkan bisnis.
Disengaged employees terbukti 18% lebih rendah produktivitasnya dan 37% lebih sering absen, yang berdampak pada turunnya revenue hingga 21% serta meningkatnya biaya pergantian karyawan sebesar 50–200% dari gaji tahunan

  • Gallup. (2024). The State of the Global Workplace.
  • SHRM. (2023). The Cost of Employee Turnover.
  • Jurnal HR Indonesia. (2025). Konflik Internal dan Turnover di Perusahaan Nasional.
  • McKinsey & Company. (2024). Building a Feedback Culture for Business Growth.
  • World Economic Forum. (2024). The Cost of Disengagement in the Workplace.
Yuk Pelajari di Sekolah managing People

dapatkan penawaran khusus, konsultasikan pendaftaran di bawah ini 

Loading...